KEBESARAN ALLAH SUNGGUH NYATA ADANYA
Ustadz Yusuf pernah berkata sama Wirda, “Kalau kamu ingin sesuatu, jangan minta sama ayah ibu. Minta langsung sama Allah SWT yang memiliki langit dan bumi!”. Nah, suatu hari, Wirda ini pengen banget notebook Mac. Dia pernah mendengar ayahnya ceramah. Kata sang ayah, kalau kita punya permintaan sama Allah ucapkanlah shalawat 1000 kali tiap hari untuk merayu Allah SWT agar mengabulkan permintaan kita.
yang bunyi shollawatnya sebagai berikut : "ALLAHUMA SHALI ALA MUHAMMAD WA ALA ALI MUHAMMAD" Maka wirda printout gambar notebook impiannya. Tiap hari dipandanginya gambar itu sambil bershalawat. Dalam hatinya Wirda menginginkan notebook itu menjadi miliknya dalam Waktu2 minggu, pokonya 2 minggu harus udah ditangan aku, Kata Wirda, dia merasa sih agak maksa sama Allah SWT. Pokoknya 2 minggu notebook itu harus ada di tangannya. Wirda juga sering sekali menatapi notebook impiannya di sebuah toko yag ada dimol, dan dipenganya neetbook itu sambil membaca shalawat didalam hatinya, dan setiap kali dia pergi keMol dia selalu mengujungi toko yang sama dan memegang neetbook tersebut sambil membca shlalawat.
Di hari ke 14, ibunya mengajakanya makan di dekat toko yang menjual notebook itu. tapi ternyata, ibunya ya Cuma ngajak makan aja, tidak membelikannya notebook. Saat itulah Wirda pasrah. Ah sudahlah, mungkin bukan rejekinya mendapat sebuahnotebook impiannya. Hari itu, ustadz Yusuf pulang dari mengisi ceramah. Seperti biasa, kalau pulang ceramah beliau membawa berbagai tentengan atau oleh-oleh. Pandangan Wirda tertuju pada sebuah tentengan di meja yang menurut sang ayah sempat tertinggal di pesawat. Ketika dibuka, subhanallah, ternyata tentengan itu berisi 2 buah notebook Mac pemberian seseorang yang memang ditujukan untuk Wirda. Padahal orang itu tidak tahu Wirda sedang menginginkan notebook Mac. Saat itu juga Wirda menangis dan mengakui kebesaran Allah SWT.
Di usia yang masih sangat muda , Wirda pernah belajar bahasa Arab di Yordania dan akan belajar bahasa Inggris di Amerika. Dia juga seringkali diundang untuk tausiyah di berbagai kota bahkan luar negeri. Cita-cita Wirda sebagai pengusaha privat jet.
Dari cerita Wirda, saya mengambil pelajaran. Didikan orangtua sangat berperan besar pada anak. Memang banyak sekolah bagus sekarang, tapi orangtua tetap sekolah nomor satu untuk anak. Saya lihat Wirda mewarisi bakat ayahnya sebagai pendakwah. Bahkan, gaya bicara Wirda yang nyentrik, nyablak khas Betawi, pun kayaknya menurun dari sang ayah hehe.
yang bunyi shollawatnya sebagai berikut : "ALLAHUMA SHALI ALA MUHAMMAD WA ALA ALI MUHAMMAD" Maka wirda printout gambar notebook impiannya. Tiap hari dipandanginya gambar itu sambil bershalawat. Dalam hatinya Wirda menginginkan notebook itu menjadi miliknya dalam Waktu2 minggu, pokonya 2 minggu harus udah ditangan aku, Kata Wirda, dia merasa sih agak maksa sama Allah SWT. Pokoknya 2 minggu notebook itu harus ada di tangannya. Wirda juga sering sekali menatapi notebook impiannya di sebuah toko yag ada dimol, dan dipenganya neetbook itu sambil membaca shalawat didalam hatinya, dan setiap kali dia pergi keMol dia selalu mengujungi toko yang sama dan memegang neetbook tersebut sambil membca shlalawat.
Di hari ke 14, ibunya mengajakanya makan di dekat toko yang menjual notebook itu. tapi ternyata, ibunya ya Cuma ngajak makan aja, tidak membelikannya notebook. Saat itulah Wirda pasrah. Ah sudahlah, mungkin bukan rejekinya mendapat sebuahnotebook impiannya. Hari itu, ustadz Yusuf pulang dari mengisi ceramah. Seperti biasa, kalau pulang ceramah beliau membawa berbagai tentengan atau oleh-oleh. Pandangan Wirda tertuju pada sebuah tentengan di meja yang menurut sang ayah sempat tertinggal di pesawat. Ketika dibuka, subhanallah, ternyata tentengan itu berisi 2 buah notebook Mac pemberian seseorang yang memang ditujukan untuk Wirda. Padahal orang itu tidak tahu Wirda sedang menginginkan notebook Mac. Saat itu juga Wirda menangis dan mengakui kebesaran Allah SWT.
Di usia yang masih sangat muda , Wirda pernah belajar bahasa Arab di Yordania dan akan belajar bahasa Inggris di Amerika. Dia juga seringkali diundang untuk tausiyah di berbagai kota bahkan luar negeri. Cita-cita Wirda sebagai pengusaha privat jet.
Dari cerita Wirda, saya mengambil pelajaran. Didikan orangtua sangat berperan besar pada anak. Memang banyak sekolah bagus sekarang, tapi orangtua tetap sekolah nomor satu untuk anak. Saya lihat Wirda mewarisi bakat ayahnya sebagai pendakwah. Bahkan, gaya bicara Wirda yang nyentrik, nyablak khas Betawi, pun kayaknya menurun dari sang ayah hehe.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar